Candi Kalasan – Candi Tertua di Tanah Jogja [Sejarah, Lokasi, Tiket Masuk]

Selain terkenal dengan wisata pantainya yang menawan, Jogja juga dikenal sebagai wisata budaya, sebab banyak menyimpan situs budaya dan bersejarah, salah satunya yaitu candi. Kebanyakan orang selalu menyebut Borobudur ketika sedang membicarakan candi peninggalan Budha. Padahal masih banyak candi candi lain di Jogja yang juga bercorak agama Budha. Salah satunya yaitu Candi Tara atau sering disebut dengan Candi Kalasan.

Candi yang terletak di Kalibening, Kalasan ini dibangin oleh arsitek yang sama dengan Candi Borobudur yakni Rakai Panangkaran. Karena lokasinya yang berada di daerah Kalasan, Maka candi ini lebih dikenal dengan sebutan Candi Kalasan. Meskipun dibangun dengan corak Budha, Candi Kalasan merupakan candi yang dibuat dengan perpaduan kerajaan Hindu dan Budha.

Candi Kalasan mempunyai ciri khas seperti candi Budha yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Nah, konten ini akan membahas secara mendalam bagaimana sejarah pembangunan Candi Kalasan beserta keunikan bangunan dan reliefnya.

Sejarah Singkat Candi Kalasan

Pada masa dinasti kerajaan dahulu kala, umumnya seorang raja atau penguasa wilayah akan membangun akan membuat sebuah candi dengan tujuan untuk sebai pusat kerjaan, tempat ibadah, tempat kegiatan belajar, tempat penyebaran ajaran agama, ataupun sebagai tempat tinggal para pemuka agama.

Sejarah dibangunnya Candi Kalasan dapat diketahui pada prasasti Kalasan. Disitu tertulis dengan bahasa sansakerta bahwa Candi Tara selesai dibangun pada tahun Saka 700 atau 778 Masehi. Dengan begitu Candi Tara menjadi bangunan candi tertua yang ada di kota Yogyakarta.

Candi yang berada tak jauh dari jalan raya Yogya Solo ini dibangun dalam rangka sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai mas kawin candi tersebut juga merupakan usulan dari penasehat kerajaan untuk membangun satu lagi bangunan suci untuk Dewi Tara dan biara bagi para pendeta.

Arsitektur Bangunan Candi Kalasan

Dilihat secara keseluruhan bangunan candi kalasan memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran 34 x 45 m. Bangunan tersebut terdiri atas ruang utama dengan bentuk persegi dan ada beberapa bilik yang menjork keluar di bagian tengah 4 sisinya. Jika dilihat pada dinding bangunan Candi Kalasan terdapat hiasan pahatan motif kumuda. Kumuda sendiri merupakan daun kalpataru yang keluar dari jambangan berbentuk bulat.

Jika dilihat secara vertikal bangunan candi terdiri dari tiga bagian yakni, kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Pada bagian kaki candi adalah sebuah bangunan yang dibangun diatas alas batuk berbentuk persegi dan ada sebuah batu lebar. Disitu juga terdapat sebuah tangga dengan hiasan makara dibagian ujungnya. Sementara, disekeliling kaki candi ada hiasan suluran suluran yang keluar dari sebuah pot.

Tubuh candi mempunyai tampilan yang menjorok keluar disisi tengahnya. Pada bagian permukaan luar tubuh candi terdapat relung yang dihiasi dewa yang memegang bunga teratai dengan posisi berdiri. Pada bagian tenggaranya terdapat sebuah bilik yang didalamnya ada singgasana bersandaran yg dihiasi dengan motif singa berdiri diatas punggung gajah.

Atap candi mempunyai bentuk segi delapan dan terdiri dari dua tingkat. Pada tingkat pertama terdapat sebuah arca yang melukiskan manusia Budha, sementara pada tingkat kedua terdapat hiasan arca yang melukiskan Yani Budha. Bagian puncak candi berbentuk persegi yang melambangkan kemuncak semeru dengan hiasan stupa -stupa. Lalu pada perbatasan tubuh candi edngan atap candi terdapat hiasan bunga makhluk kayangan berbadan kerdil yang disebut Gana.

Jika anda mencermati secara detail hiasan ornamen yang ada, anda juga akan menjumpai relief – relief cantik pada permukaannya. Misalnya relief pohon dewata dan awan beserta dengan penghuni khayangan yang sedang memainkan bunyi – bunyian. Para penghuni khayangan tersebut sedang membawa rebab, kerang, dan camara. Ada juga ornamen gambar kuncup bungan, dedaunan, dan sulur-suluran.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Kalasan

Jika sobat traveler ingin pergi kesini silahkan datang ke Dusun Kalibening, Tirtamani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jika anda berangkat dari arah Jogja dan melewati jalan Solo, anda akan menemukan sebuah bangunan candi disisi sebelah kanan (selatan). Bisa juga dengan menggunakan kendaraan umum, anda bisa mencari Bus atau Transjogja dengan jurusan Jogja – Pramabanan lalu turun di dekat Rumah Sakit Prambanan, kemudian berjalan sekitar 50 meter

Harga Tiket Masuk Candi Kalasan

Untuk harga tiket masuk wisata Candi Kalasan ini sangat ramah dikantong. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp. 1.000 untuk anak-anak. Itu semua sudah termasuk fasilitas yang diberikan seperti tempat parkir, warung makan, dan tempat istirahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *