Pesona Keindahan Candi Ratu Boko [Harga Tiket | Lokasi | Jam Buka]

Yogyakarta memang terkenal dengan banyak tempat wisata yang eksotis dan indah. Bukan hanya bentang alamnya saja, melainkan tentang sejarah dan budaya yang juga sangat menarik untuk dipelajari. Tak heran jika Yogyakarta disebut seut sebagai pusat pariwisata di Indonesia setelah Pulau Bali. Perpaduan antara alam dan budaya yang ada dikota Gudeg tersebut memang patut untuk diacungi jempol.

Berkunjung ke Yogyakarta belum afdhol jika belum mengunjungi objek wisata candi. Yogyakarta terkenal akan banyaknya candi yang ada disini seperti, Candi Prambanan, Candi Sari, Candi Ijo, dan masih banyak candi candi kecil lainnya yang tersebar diberbagai daerah. Masing masing candi mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri. Nah, pada kesempatan kali ini mimin bakal membahas objek wisata candi yang cukup terkenal di Jogja yakni, Candi Ratu Boko.

Candi Ratu Boko atau Situs Ratu Boko ini merupakan salah satu bukti dari peninggalan bersejerah di negri ini. Banyak yang salah mengira jika Ratu Boko itu merupakan sebuah candi seperti kebanyakan candi yang ada di Yogyakarta. Padahal sejatinya, Ratu Boko merupakan sebuah kompleks kerajaan, sehingga ada yang menyebutnya Kraton Ratu Boko.

Sejarah Singkat Candi Ratu Boko

Berdasarkan catatan sejarahnya Kraton Ratu Boko dibangun pada abad 8 M oleh Wangsa Syailendra. Kerajaan Ratu Boko merupakan sebuah komplek istana megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, yang merupakan keturunan dari wangsa Syailendra.

Dulunya istana ini dinamakan “Abhayagiri Vihara” yang berarti biara dibukit yang penuh dengan kedamaian. Kerajaan ini didirikan sebagai tempat untuk menyepi dan memfokuskan diri pada kegiatan spiritual.

Nama “Ratu Boko” sendiri berasal dari legenda masyarakat setempat. “Ratu Baka” berasal dari bahasa jawa yang artinya : Raja Bangau. Ratu Boko merupakan ayah dari Roro Jonggrang, nama yang sekaligus menjadi nama pada candi utama Candi Prambanan. Banyak masyarakat sekitar mengaitkan dengan legenda Candi Prambanan. Kerajaan Ratu Boko sudah digunakan semenjak masa dinasti Syailendra.

Mulanya istana ini digunakan sebagai tempat untuk menyepi dan melakukan aktivitas spiritual oleh kaum Budha, namun pada tahun 856 Masehi, kompleks istana ini dialih fungsikan sebagai keraton oleh Rakai Walangin Pu Khumbayoni yang beragama Hindu. Hal tersebutlah yang membuat keraton Ratu Boko kental akan percampuran unsur hinduisme dan budhisme.

Dilihat dari sisi agama Hindu, Istana Ratu Boko mempunyai Yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesha, dan Durga, serta terdapat lempengan emas dan perak yang bertuliskan mantera doa agama Hindu Om Rudra Ya Namah Swaha. Sementara unsur Budha sangat terasa pada arca Budha, reruntuhan stupa, dan stupika.

Mengenal Arsitektur Kraton Ratu Boko

Dibalik sejarah dan cerita misteri yang ada, Kraton Ratu Boko mempunyau keindahan yang tidak dimiliki oleh candi candi lainnya di Jogja. Mulai dari pintu gerbang masuk yang sangat ikonik, rerumputun hijau yang luas, pasebahan, gua, bekas pendopo sampi keputren yang berisi kolam yang unik. Luas seluruh kompleks keraton mencapai kurang lebih 25 hektar.

Istana Kraton Ratu Boko terbagi atas empat bagian yang meliputi barat, timur, tengah, dan tenggara. Pada bagian tengah terdapat bangunan gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak, dan paseban (tempat yang digunakan untuk mengahadap raja). Kemudian bagian tenggara terdiri atas batur pendopo, batur pringgitan, gapura, dua komplek kolam, dan reruntuhan. Kemudian menuju bagian timur candi terdiri atas gua, Stupa Budha, dan kolam. Sementara bagian barat hanya terdiri atas perbukitan yang mempunyai tiga teras. Masing-masing dipisahkan dengan pagar batu andesit yang tingginya 3,5 m.

Bila masuk dari pintu gerbang istana, anda akan langsung menuju ke bagian tengah, sobat traveler harus menaiki anak tangga untuk mencapai gapura candi. Dua buah gapura yang berdiri kokoh akan menyambut anda. Gapura pertama mempunyai 3 pintu, semetara gapura mempunyai 5 pintu. Jika ada sedikit teliti, anda akan menemukan tulisan kecil “Panabwara” pada gapura pertama. Kata itu diambil dari Prasasti Wanua Tengah III yang dituliskan oleh Rakai Panabwara yang kala itu mengambil alih istana. Disini sering digunakan untuk spot berfoto karena merupakan ikon Candi Ratu Boko.

Kurang lebih 45 meter dari gapura kedua, sobat traveler bakal menemukan bengunan candi besar yang berbahan dasar batu putih sehingga sering disebut dengan Candi Batu Putih. Tak jauh dari situ, juga terdapat Candi Pembakaran. Bentuknya bujur sangkar dan mempunyai 2 teras didalamnya. Sesuai dengan namanya, candi itu berfungsi sebagai tempat pembakaran jenazah. Tidak jauh dari Candi Pembakaran, sekitar 10 meter terdapat sebuah batu berumpak dan kolam.

Kraton Ratu Boko mempunyai sebuah sumur yang berada di sebelah tenggara Candi Pembakaran. Sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci. Konon katanya, siapa yang menggukan air tersebut dapat membawa keberuntungan. Sementara bagi orang hindu air sumur itu digunakan untuk ritual Upaca Tawur Agung, sehari sebelum nyepi. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat memurnikan diri kembali serta mengembalikan bumi dan isinya pada harmoni awalnya.

Dibagian timur istina sobat traveler bakal menemukan dua buah gua, kolam besar berukuran 20 meter x 50 meter dan stupa Budha. Kedua gua tersebut terbetuk dari batuan sedimen yang disebut Breksi Pumis. Gua yang berada di atas bernama Gua Lanang sedangkan Gua yang berada di bawah nya bernama Gua Wadon. Dibian muka Gua Lanang ada sebuah kolam dan tiga stupa. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa stupa tersebut merupakan Aksobya, salah satu Pantheon Budha.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Candi Ratu Boko

Hunting Foto di Candi Ratu Boko

Meskipun sekarang hanya tersisa reruntuhan bangunan candi, namun komplek ratu boko merupakan tempat yang fotogenic. Hampir seluruh spot disetiap sudut bagus untuk diabadikan dengan lensa. Masing masing mempunyai keunikan sendiri sendiri.

Istana Ratu Boko merupakan tempat favorit untuk spot berfoto. Baik untuk pemotretan foto model, foto pre wedding, ataupun sekedar foto koleksi pribadi. Jika berkunjung saat senja jangan lupa untuk berfoto siluet dibawah gapura. Meski spot tersebut merupakan tempat favorit sejuta umat, namun hasil foto tak akan pernah mengecewakan.

Mempelajari Akulturasi Budaya

Bagi anda yang pecinta sejarah dan situs bersejarah, tempat yang satu ini mesti wajib masuk ke dalam list perjalananmu. Dari istana yang katanya digunakan untuk tempat ibadah, kamu bisa mempelajari banyak hal seperti bagaimana perkembangan Hindu – Budha di tanah Jawa dan juga istana yang mempunyai dua percampuran dua agama. Tentunya hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

Menonton pertunjukan sendratari Sumunaring Abhyagiri

Sendratari Sumunaring Abhyagiri adalah sebuah pertunjukan drama tari kolosal nan megah yang bertempat dipelataran gerbang utama Istana Candi Ratu Boko. Pertunjukan ini menceritakan tentang kisah keluarga kerajaan dan interaksi mereka dengan orang – orang lokal yang ada di Boko. Tarian yang dilakukan oleh ratusan penari bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Jawa. Pertunjukan ini hanya dilakukan sekali dalam setahun yakni setiap bulan Juni, jadi jangan lewatkan kesempatan langka ini sob.

Menyaksikan Sunset Terbaik di Candi Jogja

Dari sekian banyak daya tarik yang ada pada situs ini, ada satu hal yang membuat siapapun rela untuk menunggu. Apa itu ? Pemandangan matahari terbenam yang begitu elok nan cantik dan tidak ada tempat lain yang bisa menyuguhkan pemandangan seindah ini. Jika ingin melihat sunset terbagus di Jogja, datanglah ke Candi Ratu Boko. Banyak orang bilang bahwa salah satu tempat terbaik menikmati senja Jogja adalah dari gerbang Istana Ratu Boko. Silahkan buktikan sendiri sebab mimin sendiri juga takjub dengan pemandangan senja jika dilihat dari sini, benar benar mempesona.

Melihat sunset dari Candi Ratu Boko memberikan sensari yang berbeda dibanding melihat sunset dari laut atau gunung. Disini sobat traveler bisa menikmati sambil duduk di tengah hamparan rerumputan hijau atau dari bawah pintu gerbang. Warna oranye matahari tepat berada di tengah-tengah pintu gerbang situs. Berpadu dengan warna langit yang menggemaskan. Perlahan sinar mentari mulai menghilang kebatas cakrawala. Langit senjapun berubah beraneka warna hingga akhirnya berubah pekat. Pemandangan indah yang berlangsung beberapa menit saja. Karena itu siapkanlah gadget dan kamera mu untuk mengabadikan moment indah tersebut.

Rute dan Lokasi Candi Ratu Boko

Komplek Istana Ratu Boko terletak dikawasan bukit Boko, ditepi jalan raya Prambanan – Piyungan. Jika dari arah Kota Jogja ambil jalur ke arah Solo sampai tiba di lampu merah pertigaan pasar prambanan. Belok kanan dan berjalan sekitar 3KM dari situ nanti akan ada papan petunjuk yang mengarahkan untuk bisa sampai kesana.

Harga Tiket Candi Ratu Boko

Untuk tiket masuk wisata Candi Ratu Boko terbilang cukup ramah dikantong, anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 untuk usia diatas 6 tahun, Rp 10.000 untuk usia dibawah 6 tahun dan USD 13 untuk wisatawan asing . Selain itu ada juga tiket terusan yang bisa dibeli di Candi Prambanan dengan harga 30 – 40 rb.

Jika anda menggunakan tiket terusan ini nantinya akan ada shuttle bus yang akan mengantarkan menuju Candi Ratu Boko. Namun perlu diketahui bahwa fasilitas ini hanya tersedia sampai pukul 4 sore saja. Setelah itu anda bisa menggunakan ojek.

Jam Buka Candi Ratu Boko

Wisata ini beroperasi setiap hari dari pukul 06.00 – 17.00 WIB.

Situs Ratu Boko atau Candi Ratu boko merupakan peninggalam bersejarah negeri ini yang paling berharga. Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari sini. Lagipula, keindahannya pun juga tak kalah mempesona dengan yang lain. So, kapan Sobat Traveller semua berkunjung kesini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *