Makanan Khas Jakarta yang Wajib Kamu Coba Saat Berwisata ke Jakarta

Ibu Kota Indonesia ialah Jakarta, pusat atas semua sistem yang ada di Indonesia berada di Jakarta. Dikota inilah juga menyimpan banyak sejarah yang bisa kita lihat dan pelajari sedemikian rupa. Hal ini dikarenakan masih banyak bangunan-bangunan bersejarah yang memang di buat khusus untuk memperingati suatu perjuangan ataupun masa yang pernah terjadi, itu merupakan hal penting untuk terus diingat oleh rakyat Indonesia.

Banyak sekali panggilan untuk kota ini pada masa penjajahan dahulunya. Tentunya setiap nama yang dibuat memiliki cerita tersendiri di belakangnya, nama-nama panggilan tersebut ialah, Sunda Kelapa, Batavia, dan Jayakarta, kemudian sampai dengan sekarang di panggil dengan nama Jakarta.

Ibu Kota Indonesia ini terletak di Barat Laut Pulau Jawa. Banyak orang yang biasanya ingin “mengadu nasib” datang ke Jakarta. Oleh karena itulah populasi penduduk di Ibu Kota cukup membludak dan diharapkan pemerintah bisa menangani permasalahan tersebut. Ada banyak sekali destinasi wisata Jakarta yang bisa anda kunjungi ketika berkunjung kesini.

Jakarta dipimpin oleh seorang Gubernur yang bernama Anies Baswedan. Beliau merupakan keturunan dari seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yaitu Abdurrahman Baswedan. Jejak kakeknya inilah yang membuat beliau untuk terjun ke dunia politik bersama dengan rekan-rekannya yang lain.

Jejak kariernya mengatakan bahwa ia pernah menjadi rektor di Universitas Paramadina, pada saat itu beliau masih cukup muda untuk menjadi seorang rektor, saat berumur 38 tahun. Rekam pendidikan Anies Baswedan mengatakan bahwa beliau pernah bersekolah di Universitas Gadjah Mada di Fakultas Ekonomi.

Walaupun sibuk dengan segala urusan kuliah, Anies Baswedan tetap menyempatkan dirinya untuk mengikuti organisasi yang ada di UGM. Dahulunya dia pernah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam, kemudian beliau menjadi Ketua Senat Mahasiswa, dan pada tahun 1993 beliau melangkah lagi menjadi Ketua Senat Universitas. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikannya ke Amerika Serikat tepatnya pada tahun 1997 di Universsity of Maryland, College Park. 

Ada berbagai bentuk keberhasilan Anies dalam memimpin Ibu Kota Jakarta dan hal itu juga banyak diakui berbagai kalangan. Diantaranya adalah kemacetaan di Ibu Kota menjadi berkurang. Mungkin permasalahan kemacetan di Jakrta sudah ada sejak tahun-tahun sebelum Anies Baswedan menjabat, namun sekarang ini angka kemacetan yang ada di Jakarta sedikit demi sedikit berkurang.

Pada tahun 2017 tercatat Indonesia menempati negara termacet no 4 di dunia, namun pada tahun 2018, peringkat Indonesia berkuarang menjadi no 7. Hal ini membuktikan bahwasannya warga Jakarta sekarang lebih senang menggunakan transportasi umum. Salah satu gerakan yang di gunakan ialah, menambah armada transportasi umum dan meningkatkan layanan, sehingga masyarakat merasakan kenyamanan, kemudihan, dan keamanan saat menaiki transportasi umum. Apalagi sekarang Jakarta telah di lengkapi dengan MRT, alat transportasi kekinian yang juga banyak digunakan oleh negara maju lainnya. 

Itulah sekilas mengenai pemimpin Ibu Kota Jakarta pada periode sekarang ini. Banyak sekali polemik atau permasalahn yang ada di Ibu Kota Jakarta. Namun, apabila kita bisa untuk bekerjasama, dalam membangun dan membuat Jakarta menjadi Ibu Kota yang lebih baik lagi terutama kenyamanan dan keamanan untuk masyarakat Jakarta sendiri.

Harus adanya kerjasama antara pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menggapai tujuan tersebut. Selanjutnya tidak afdol apabila kita membahas Jakarta, tapi tidak membahas keunikan Ibu Kota ini. Cukup banyak sekali keunikan dan daya tarik dari Ibu Kota Jakarta.

Salah satunya ialah mengenai masakan ibu kota, yang bisa membuat penikmatnya tidak bisa lepas dari kelezatannya. Salah satu penyebabnya ialah khasnya racikan bumbu orang asli Jakarta, sehingga masakan-nya memiliki ciri tersendiri. Belum sah berwisata ke Jakarta jika belum mencicipi aneka macam makanan khasnya. Berikut ialah penjelasan mengenai makanan khas Ibu Kota : 

Kerak Telor 

Kerak Telor

Hampir seluruh warga Jakarta telah mengenal masakan yang satu ini, Kerak Telor. Masakan khas Jakarta yang sampai saat ini masih famous dikalangan warga Jakarta. Sangat mudah untuk mendapatkan makanan ini, dikarenakan banyak pedagang Kerak Telor yang berjualan dipinggir jalan Jakarta ataupun di acara festival yang biasanya menyajikan makanan-makanan khas Jakarta.

Kerak Telor biasanya di bawa oleh abang-abang dengan bakul yang diangkut kemudian nantinya di masak di atas tungku kecil.  Biasanya Kerak Telor menjadi makanan cemilan bagi warga Jakarta sebelum makan berat. 

Sekilas mengenai sejarah makanan khas Jakarta ini, dahulunya makanan ini hanya disediakan untuk para pejabat yang menghadiri suatu pesta. Kerak telor dijadikan jamuan pelengkap untuk makanan-makanan lainnya. Namun karena kelezatannya membuat Kerak Telor menjadi primadona diantara makanan lainnya.

Kerak Telor sendiri diciptakan secara tidak sengaja oleh masyarakat betawi pada tahun 1970-an. Mereka hanya mencoba-coba membuat makanan dengan menggunakan banyak buah kelapa. Tanpa disangka banyak orang yang menyukai makanan ini, dengan teknik memasak yang unik, bisa menjadi penarik orang-orang untuk ingin lebih mengetahui mengenai masakan khas Jakarta yang satu ini. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kerak Telor, tidak susah untuk ditemukan. Diantaranya ialah, ketan putih, kelapa serut, ebi udang, bawang goreng dan tentu saja menggunakan telor. Biasanya telor yang digunakan ialah telor bebek, walaupun juga bisa menggunakan telor ayam biasa. Bumbu yang digunakan ialah cabe keriting, bawang merah, bawang putih, kencur, jahe dan merica butir.

Cara pembuatannya sendiri rendam ketan di air bersih, kemudian siapkan wajan untuk  mulai membuat, berikan sekitar 2-3 sendok ketan dan di bentuk melingkar dan tekan-tekan adonan di wajan. Setelah ketan matang, masukan 4-5 butir telur bebek dan masukan bahan-bahan beserta dengan bumbunya. Diharapkan untuk tidak menghancurkan adonan ketan yang sudah ada di bawah sebelumnya. Setelah matang, sajikan Kerak Telor di atas piring dan kerak telor siap dinikmati. 

Soto Betawi 

Soto Betawi

Makanan populer Jakarta selanjutnya adalah Soto Betawi. Soto ini merupakan soto khasnya orang Jakarta. Apabila ada wisatawan yang datang ke Jakarta diharuskan untuk mencicipi Soto Betawi ini. sama halnya dengan soto Madura ataupun Soto lainnya, Soto Betawi juga menggunakan bahan utama yaitu Jeroan. Walaupun kadang juga, menggunakan bahan utama lain seperti torpedo, hati dan juga bagian lainnya dari sapi. 

Sejarah singkat makanan khas jakarta ini ialah Soto Betawi pertama kali diperkenalkan oleh Lie Bon Po, seorang penjual soto yang ada di daerah Jakarta. Saat itu dialah orang pertama yang memperkenalkan makanan soto namun dengan nama “Soto Betawi”. Mungkin sebagian orang yang belum pernah mencicipi mengatakan bahwa masakan ini sama dengan soto lainnya. Namun sebenarnya berbeda karena bumbu yang digunakan seerta cara memasak memiliki keunikan tersendiri dalam mengolahnya. 

Bahan-bahan yang harus disiapkan tentunya jeroan, topedo atau hati, tapi biasanya bahan utamanya ialah jeroan. Kemudian jeroan itu direbus secara terpisah dan nantinya akan untuk pelengkapnya menggunakan santan dan kaldu dari air rebusan tadi. Tumis semua bumbu yaitu cabai, bawang merah dan putih, merica, cengkeh, jahe, jintan.

Masak sampai dengan semua bumbu mengeluarkan bau harum, jangan lupa untuk menambahkan sereh dan daun salam untuk mengeluarkan rasa yang lezat. Setelah itu campurlah jeroan yang sudah direbus dan santan yang telah di campurkan di awaal tadi.

Tunggu sampai seuanya meresap, setelah matang sajikan didalam mangkuk. Teman untuk makan Soto Betawi ini biasanya nasi putih ditambah dengan bahan pelengkap lainnya, seperti sambal, acar dan emping. Sangt menggugah selera bukan, jadi kalau kalian berkunjung ke Jakarta, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Jakarta yang satu ini. 

Soto Tangkar 

Soto Tangkar

Hidangan selanjutnya yang akan kita bahas adalah Soto Tangkar. Makanan khas Jakarta yang satu ini juga memiliki keunikan sendiri, kata “tangkar” dalam bahasa betawi berarti iga sapi. Konon katanya dulunya Soto Tangkar merupakan makanan yang dibuat dari sisa-sisa bagian sapi yang tidak dipergunakan oleh para bangsawan eropa.

Mereka hanya mengambil bagian daging, hal itu membuat bagian sapi tersebut salah satunya ialah iga yang tidak di pergunakan. Oleh masyarakat pribumi iga yang tidak dipergunakan tadi akhirnya di masak dan ditambah dengan santan. Kemudian masakan tersebut di beri nama Soto Tangkar. 

Resep masakan Soto Tangkar sekarang ini sudah banyak beredar di majalah masakan ataupun media online yang membahas mengenai resep makanan khas dari Jakarta. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini ialah tentunya iga bakar, sereh, daun jeruk, daun salam, gula merah, garam, dan santan.

Untuk bumbunya sendiri menggunakan jahe, kunyit, cabe merah, bawang merah dan putih, kemiri, ketumar, jinten dan lada. Rebuslah iga, bisa menggunakan alat rebusan biasa, ataupun menggunakan presto untuk mendapatkan rasa lebih empuk lagi. Tumis semua bumbu yang telah di haluskan.

Kemudian masukan iga yang telah di rebus tadi bersama dengan kaldu, kemudian masukan santan aduk sampai rata. Masukan garam, gula dan kaldu bubuk sesuai dengan selera. Pastikan bumbu meresap dengan baik pada iga tadi. Setelah matang, Soto Tangkar siap dihidangkan dan dinikmati. Sama halnya dengan Soto Betawi, Soto Tangkar juga dinikmati bersama dengan nasi putih yang atasnya sudah ditaburi bawang goreng. 

Ketoprak 

Ketoprak

Mungkin para penikmat kuliner susah membedakan makanan yang satu ini dengan pecel. Ya, ketoprak, makanan yang banyak tersebar di Indonesia ini sering kita sebut pecel. Padahal keduanya memiliki karakter yang berbeda. Apabila pecel menggunakan sayuran rebus sebagai bahan utamanya, berbeda dengan ketoprak yang menggunakan bihun, tahu goreng, tauge dan mentimun.

Kemudian juga ditambah dengan potongan ketupat atau lontong. Sampai sekarang belum ada yang mengetahui mengenai asal muasal Ketoprak. Hanya saja Ketoprak berasal dari Jawa Tengah tepatnya populer di kawasan Jakarta. Tapi ada juga berspekulasi bahwa makanan khas yang satu ini berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Namanya sendiri belum ada yang mengetahui sampai sekarang mengapa makanan ini di panggil Ketoprak.

Ada yang mengatakan bahwa Ketoprak merupakan singkatan nama ketupat, tahu, toge yang di geprek. Adapula pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ketoprak berasal dari seorang pemuda yang menemukan resep baru, namun saat ia sedang menyantap makanan tersebut, piringnya jatuh dan berbunyi “ketuprak”. Akhirnya nama resep barunya itu ialah Ketoprak. Serta masih banyak spekulasi lain dari nama makanan khas Indonesia ini. 

Proses pembuatan ketoprak ini cukup mudah, hal inilah yang menyebabkan banyaknya pedagang di seluruh daerah yang menjajakan makanan ketoprak sebagai menu utamanya. Hampir disetiap daerah yang ada di Indonesia ada pedagang yang menjajakan makanan ini. Bahan-bahan yang digunakan ialah ketupat atau lontong, bihun yang sudah di rebus, taoge yang telah di siram air panas, serta tahu yang telah di goreng dan di potong kecil-kecil.

Bumbu-bumbu yang digunakan ialah bawang putih, cabe rawit, kacang tanah yang telah dihaluskan, dan cuka ssecukupnya. Haluskan semua bumbu kemudian di masak, pastikan untuk memasak semua bumbu sampai dengan kacang yang telah dihaluskan tadi megental, kemudian siap untuk di campurkan dengan lontong, bihun, taoge dan irisan tahu goreng. Biasanya juga ketoprak menggunakan kerupuk untu menambah kelezatannya. Ketoprakpun siap untuk dinikmati. 

Sayur Babanci 

Sayur Babanci

Salah satu kuliner khas Jakarta selanjutnya ialah Sayur Babanci. Tidak terlalu banyak orang luar yang mengetahui mengenai makanan satu ini. Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang yang belum mnegetahui mengenai masakan yang satu ini karena sekarang Sayur Babanci ini mulai langka.

Kelangkaan ini disebabkan karena bahan-bahan yang dipergunakan untuk mengolah Sayur Babanci sulit ditemukan di Jakarta. Anehnya makanan khas ini tidak memakai bahan sayur. Kata “babanci” di ambil dari kata babah dan enci karena dahulunya makanan ini pertama kali di buat oleh orang Betawi-Tionghua.

Sayur Babanci ini memiliki karakteristik seperti kuah gulai, karena menggunakan bahan rempah-rempah yang susah untuk ditemukan sekarang ini. Sekarang Sayur Babanci hanya bisa ditemukan di hari-hari besar, seperti pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Selain pada hari raya, Sayur Babanci juga bisa ditemukan saat ada festival kuliner yang biasa diadakan oleh Pemerintahan Daerah Jakarta. 

Rempah-rempah yang digunakan untuk membuat Sayur Babanci ialah kedaung, tai angin, botor, temu mangga, temu kunci dan lempuyang. Semua bahan-bahan tersebut ekarang ini sudah jarang di temukan di Jakarta. Hanya bisa ditemukan di toko-toko rempah-rempah ataupun obat tradisional.

Hal ini dikarenakan manfaat dari rempah-rempah tersebut juga bisa menyembuh dari berbagai macam penyakit. Walaupun sudah langka, apabila ditelusuri lebih dalam lagi, masih ada orag yang bisa mengelola makanan khas Jakarta ini, walaupun sudah tidak merebah seperti dulu. 

Semur Jengkol 

Semur Jengkol

Semur Jengkol, mungkin makanan ini sudah sangat familiar ditelinga kalian para penikmat kuliner nusantra. Makanan khas Jakarta ini sangat tersohor di kalangan masyarakat Indonesia. Karena rasanya yang khas dan juga baunya yang terkadang ada orang yang menyukai dan sebaliknya, ada juga yang tidak menyukai makanan satu ini. walaupun baunya banyak yang tidak menyukai, namun rasanya yang lezat dengan pengolahan yang apik membuat jengkol menjadi primadona orang-orang Jakatra. 

Sekarang ini banyak resep-resep Semur Jengkol yang bisa anda lihat di Internet ataupun menonton dari Youtube, bagaimana mengelola masakan yang satu ini. Ada beberapa cara untuk membuat bahan utama-nya yaitu jengkol, supaya tidak terlalu bau. Anda bisa merendam jengkol selama 3 hari 3 malam, kemudian setelah di rendam, untuk pengelolahan selanjutnya anda bisa merebus jengkol selama 15 menit.

Rebusannya tadi ditiriskan dan siap untuk di olah menjadi Semur Jengkol. Hal yang harus diingat saat melakukan perendaman selama 3 hari 3 malam pada jengkol, harus mengganti airnya setiap hari dengan air yang baru selama 3 hari tersebut. Agar bau yang ingin dihilangkan tidak kembali masuk ke jengkol karena perendaman dibertujuan untuk menghilangkan bau sedikit demi sedikit. 

Bahan yang digunakan untuk membuat masakan ini ialah lengkuas, serai, bawang merah, pala bubuk, daun salam dan merica bubuk. Bumbunya sendiri menggunakan bawang putih, bawang merah dan cabai, nantinya semua bumbu ini akan di haluskan. Cara pengelolaannya sendiri ialah menumis semua bumbu yang telah dihaluskan tadi, bersama dengan irisan daun salam, serai yang sudah di memarkan, serta lengkuas, tunggu sampai bumbu mengeluarkan aroma masakan.

Setelah itu masukan jengkol tambahkan garam, gula, merica bubuk dan kecap sesuai selera. Tuangkan air sedikit demi sedikit dan tunggu sampai semuanya menyerap sambil aduk rata. Setelah matang sajikan Semur Jengkol di atas piring bersama dengan nasi, sekarang anda sudah siap untuk menyantap makanan khas Jakarta ini. selamat mencoba.  

Asinan Betawi 

Asinan Betawi

Asinan Betawi makanan yang sering dijual di berbagai sudut kota Jakarta. Banyak orang yang mengatakan bahwa Asinan Jakarta sama dengan Asinan Bogor, padahal diantara keduanya sangatlah berbeda. Apabila Asinana Jakarta berbahan utama sayur-sayuran sedangkan Asinan Bogor berbahan utama buah-buahan khas Kota Hujan.

Dari penyajian juga terdapat perbedaan yang sangat terlihat, Asinan Jakarta menggunkan kuah kacang dan taburan kerupuk, sedangkan Assinan Bogor menggunakan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis dan pedas. Perbedaan antara keduanya sangatlah terlihat, jadi tidak ada alasan lagi anda tidak mengetahui perbedaan antara Asinan Bogor dan Asinan Jakarta ini.  

Bahan-bahan yang digunakan ialah kol, slada, toge dn juga tahu kuning, setelah itu iris dan juga siapkan di sebuah wadah ataupun piring. Untuk kuahnya sendiri siapkan gula merah, gula pasir, asam jawa, jeruk nipis, dan terakhir garam. Bumbu halusnya ialah kacang tanah goreng, cabai rawit, cabai merah dan ebi yang sudah di sangrai.

Haluskan semua bumbu yang telah disebutkan tadi, menggunakan, cobekan atau blender, setelah semuanya menjadi halus, campurkan semua bumbu kedala air mendidih dan setelah itu diamkan. Kemudian siram kuah Asinan ke seluruh sayur yang telah disiapkan tadi, terakhir anda bisa menambahkan mie dan kerupuk sesuai selera. Asinan Betawi siap untuk di sajikan. Patikan untuk anda yang berwisata ke Jakarta untuk mencicipi asinan khas Jakarta ini. 

Bir Pletok 

Bir Pletok

Dengan mendengar namanya, mungkin sebagian orang sudah tidak ingin mencoba minuman khas satu ini. namun sebenarnya minuman ini cukup bagus untuk kesehatan anda dan tentunya aman tanpa adanya bahan alkohol sedikitpun.

Jadi jangan takut untuk mencoba Bir Pletok, minuman khas Jakarta yang sudah berumur puluhan tahun ini. Bir Pletok sudah sangat familiar dikalangan warga Jakrta, bir jenis ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh, karena menggunakan rempah-rempah alami yang baik untuk tubuh. 

Konon dulunya orang Betawi sangat ingin mencoba minuman para penjajh, namun mereka taakut karena melihat efek meminum beer akan membuat mabuk. Oleh karena itulah di buat inovasi baru, berupa beer yang tidak memiliki efek samping mabuk, bahkan disinyalir bisa menyehatkan tubuh.

Sampai dengan sekarng Beer Pletok masih tetap eksis dikalangan masyarakat terutama warga Jakarta. Rempah-rempah yang ada dalam kandungan Beer Pletok diantaranya adalah jahe, daun pandan dan sereh. Beberapa manfaat Beer Pletok bagi tubuh ialah :

  1. Mengobati masuk angin
  2. Meredakan nyeri pada lambung 
  3. Membuat tubuh menjadi hangat 
  4. Meningkatkan nafsu makan 
  5. Bisa mencegah dan menyembuhkan kanker 

Hal tersebut merupakan manfaat dari Beer Pletok yang biasa di nikmati kala hujan, karena juga berfungsi untuk meningkatkan hangat pada tubuh yang tersa dingin. 

Pecak Lele

Pecak Lele

Makanan khas betawi satu ini, enak disantap untuk makan siang. Hal ini dikarenakan Pecak Lele enak disantap dengan menggunakan nasi hangat dengan es jeruk. Pecak Lele berbeda dengan masakan lele yang sering kita jumpai, kalau biasanya lele dipadupadankan dengan lalapan beserta sambal, Pecak Lele merupakan masakan berbahan utama lele yang disiram dengan bumbu khas. Selain rasa asam yang mendominasi, ada juga rasa pedas yang menjadi pelengkap Pecak Lele. Satu porsi makanan ini seharga Rp 25.000 sampai dengan Rp 30.000.  

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat masakan ini ialah lele, jeruk nipis, garam dan minyak secukupnya. Kemudian untuk bumbu halus menggunakan bawang putih, kunyit dan ketumbar. Proses pembuatan sambalnya menggunakan bawang merah, cabai rawit, cabai merah, jahe, gula merah, kacang tanah goreng, dan jeruk nipis.

Haluskan bumbu halus, kemudian lele di siram air jeruk nipis dan diamkan beberapa saat. Setelah itu lumuri lele dengan bumbu yang sudah dihaluskna tadi, lele siap untuk di goreng. Untuk sambal pecak, haluskan bumbu kemudian masukan kedalam air mendidih, setelah itu haluskan kacang tanah dan masukan ke dalam air mendidih yang telah dimasukkkan bumbu sebelumnya.

Terakhir tuangkan jeruk nipis dan aduk sampai rata. Letakkan lele dalam suatu wadah dan siram menggunakan sambal pecak. Pecak Lele sudah siap untuk anda nikmati. 

Roti Buaya 

Roti Buaya

Roti buaya merupakan roti yang selalu ada disetiap acara besar di Jakarta khusunya masyarakat Betawi. Apalagi biasanya Roti Buaya di gunakan untuk perkawinan di suku Betawi. Orang Betawi percaya bahwa buaya itu merupakan binatang yang setiap kepada pasangannya. Dikarenakan itulah roti dengan bentuk buaya ini sering ada di acara pernikahan suku Betawi.

Selain itu sifat sabar buaya juga menjadi arti mengapa roti jenis ini dibuat. Buaya biasanya secara sabar untuk menunggu mangsa datang, kemudian makna itu diambil oleh suku Betawi untuk menjadi nasihat bagi pasangan yang baru saja membina rumah tangga untuk selalu sabar dalam mengahapi pasangannya masing-masing.

Setelah acara pernikahan selesai, biasanya Roti Buaya akan di ptong-potong dan diberikan kepada tamu yang datang. Konon apabila tamu memakan potongan buaya itu, maka jodohnya akan segera didekatkan. Sampai saat ini tradisi orang Betawi ini masih ada sampai dengan sekarang. Roti Buaya masih tetap eksis dikalangan warga Jakarta, tidak tersingkir dipasaran, masih banyak orang yang menganut kebudayaan ini. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Roti Buaya sedikit banyak saama dengan kita membuat roti biasa, hanya saja bentuk roti dibentuk sedemikian rupa menyerupai Buaya sehingga begitu unik dan menarik, yang membuat roti ini menjadi sedemikian rupa. Biasanya di toko-toko yang ada di Jakarta selalu ada Roti Buaya.

Roti Buaya juga bisa dipesan sesuai dengan ukuran yang dinginkan, atau bisa menambahkan berbagai aksesoris yang nantinya ada di roti. Selain itu harga Roti Buaya yang kecil dan besar memiliki harga yang berbeda, sesuai dengan pesanan yang diinginkan customer. 

Itulah beberapa makanan khas Jakarta yang sampai saat ini masih ada, walaupun beberapa diantaranya sudah jarang ditemukan. Jadi pastikan bagi anda yang ingin berkunjung ke Ibu Kota Jakarta untuk menyantap setiap hidangan khas yang ada disana. Selamat mencoba. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *