8 Destinasi Wisata Solo yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Mengisi Liburan

Solo atau yang akrab disebut Surakarta merupakan salah satu kota yang berada di Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa dan luas kota 44 km2. Sejarah Kota Solo ini tidak terlepas dari adanya kerajaan mataram, yang dimana pada zaman dulu kerajaan membagi 2 wilayahnya yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Kota Solo menyuguhkan berbagai destinasi wisata solo yang beragam dimulai dari tempat bersejarah, tempat dengan konsep nuansa budaya, wisata alam, wisata edukasi, tempat hiburan serta berbagai wisata yang lainnya. Untuk wisata alam memang minim di daerah Kota Solo ini, eitss jangan panik dulu Kota Solo menjadi salah satu kota tua di Indonesia yang menyimpan berbagai item bersejarah lho.

Sobat sekalian pingin tahu apa saja sih wisata yang sering dikunjungi wisatawan di Solo? Berikut ini 8 destinasi wisata di Solo yang wajib kamu eksplor.

Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat

Seperti yang sudah disinggung di atas mengenai sejarah Kota Solo, jika kamu ingin mengetahui secara lebih mengenai sejarah Solo maka datanglah ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Keraton Surakarta terletak pada Kelurahan Baluwerti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi dari Keraton Surakarta ini sangat strategis karena berada di pusat kota Solo atau Surakarta.

Keraton Surakarta merupakan istana resmi Kasunan Surakara, keraton ini didirikan oleh Susuhan Pakubuwana II pada tahun 1744. Keraton ini didirikan sebagai pengganti dari Keraton Kartasura. Luas dari Keraton Surakarta kurang lebih adalah 55 ha yang meliputi Alun-alun Utara, lingkungan dalam tembok Baluwarti (keraton dan perumahan Baluwarti) sampai dengan Alun-alun Selatan.

Bangunan dari Keraton Surakarta ini jelas mengandung konsep, khususnya mengandung kebudayaan jawa. Dalam Keraton Surakarta ini ada berbagai macam bangunan, berikut berbagai macam bangunan yang ada di Keraton Surakarta. Pertama adalah  Gapura Gladag merupakan pintu masuk ketika kamu ingin memasuki kawasan keraton.

Gapuran ini memiliki tinggi kurang lebih 4 meter. Dalam bahasa jawa Gladag berarti menyeret. Gapura Gladag ini sebagi arti perlambangan kepada manusia untuk mengutamakan kewajiban, harus bisa mengendalikan nafsu, mengekang hawa nafsu dan menguasai hawa nafsu hewani.

Kedua adalah Gapura Pamurakan, gapura ini terletak di belakang gapura gladag. Bentuknya pun memiliki kemiripan dengan gapura gladag. Pagelaran Sasana Sumewa, dalam bahasa jawa sasana berarti tempat. Sasana Sumewa merupakan suatu tempat pemerintahan para patih dalem dan juga bawahannya. Bangunan ini memiliki 48 saka. Di depan Sasana Sumewa terdapat tugu, yang menandakan 200 tahun berdirinya Keraton Surakarta.

Setinggil Lor/Utara yang dalam bahasa jawa berarti tanah yang lebih tinggi. Terdapat meriam peninggalan Belanda yang menghadap ke utara dan berjejer dari timur sampai barat. Pada Setinggil juga terdapat bangsal atau bale yang digunakan sebagai tempat menyimpan pusaka-pusaka kramat keraton, diantara lain ada Bale Manguneng, Bale Angun-angun dan juga Bangsal Balembang.

Kori Brajanala (Lor/utara), bangunan ini memiliki filosofi bahwasannya siapa yang ingin masuk ke dalam keraton, maka hendaknya harus memiliki ketajaman hati. Selanjutnya adalah  Kori Kamandhungan, tempat ini merupakan tempat yang disediakan untuk parkir tamu. Di tempat ini terdapat 2 cermin besar, yang ditujukan agar seseorang yang ingin memasuki kawasan keraton untuk bercermin atau bermawas diri terlebih dahulu, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Kori Srimanganti Lor ini merupakan tempat tamu untuk menunggu raja. Sasana Saweka merupakan tempat singgasana Raja untuk duduk di hadapan para abdi dalem berpangkat tinggi, dan masih banyak lagi bangunan-bangun lain di Keraton Surakarta ini.

Taman Balekambang

Taman Balekambang

Taman Balekambang terletak di Jalan Balekambang Nomor 1, Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. KGPAA Mangkunegara VII pada tahun 1921 ini yang membangun Taman Balekambang untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini dan GRAy Partinah. Sehingga di dalam Taman Balekambang ini terdapat 2 patung putri. Taman ini memiliki luas kurang lebih 9,8 hektar.

Dulunya taman ini namanya bukanlah Balekambang, namun bagian dari taman ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu Taman Air Partini dan Hutan Partinah. Seiring berjalannya waktu nama Balekambang menggantikannya. Taman Balekambang ini didesain sebagai wahana permainan publik. Pepohonan di sekitar Taman Balekambang ini rindang, sehingga ketika kamu dateng ke taman ini akan merasakan sejuk dan damai.

Untuk kamu yang ingin mengunjungi Taman Balekambang ini, dan merasa males jalan kaki untuk mengelilingi taman yang luasnya 9,8 hektar, kamu bisa menggunakan kereta wisata yang dapat dikendarai sendiri. Tentunya hal tersebut akan menambah keseruan pengunjung untuk datang ke Taman Balekambang ini.

Taman ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam, namun pengunjung dapat menikmati seni asal Surakarta, karena di taman ini sering ada pertunjukan Sendratari Ramayana. Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Taman Balekambang tidak usah risau untuk masalah tiket masuk, pasalnya tiket masuk di taman ini gratis. Pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan, yang dimana untuk parkir mobil 5000 ribu rupiah, dan motor 2000 rupiah.

Istana Mangkunegaran

Istana Mangkunegaran

Istana Mangkunegaran terletak di Jalan Ronggowarsito Nomor 83, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Istana ini didirikan pada tahun 1725 oleh RM. Said. Istana Mangkunegaran merupakan sebuah objek wisata yang merupakan tempat kediaman Sri Paduka Mangkunegaran.

Secara umum bangunan Mangkunagaran ini memiliki kemiripan dengan bangunan Keraton Surakarta. Istana Mangkunagaran ini memiliki Pendopo, Pringgitan, Pamedan, dan Kaputren. Di dalam Istana Mangkunegaran ini digunakan sebagai tempat untuk bersemedi, selain itu juga berisi benda-benda yang bersejarah.

Wisatawan yang datang dapat mengambil foto secara bebas di luar Istana Mangkunegaran. Untuk harga tiket masuk pun masih relatif yaitu kisaran Rp10.000 untuk pengunjung domestik  dan  Rp20.000 untuk turis.

Taman Satwa Jurug Surakarta

Taman Satwa Jurug Surakarta

Taman Satwa Taru Jurug Surakarta berdiri pada tahun  1878, yang tepatnya terletak di Jalan  Ir. Sutami, Nomor 109, Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta. Taman ini merupakan kebun bintang curug yang di dalamnya terdapat berbagai macam spesias hewan dan tumbuhan. Taman Satwa Taru Jurug Surakarta dikonsep sebagai wahana rekreasi dan hiburan masyarakat.

Bagi kalian yang datang ke tempat ini, akan dilihatkan berbagai satwa hewan yang dimana jumlah jenis satwa di tempat ini sebanyak 69 dan jumlah keseluruhan satwa adalah 343. Bagi anda yang memiliki anak destinasi wisata ini cocok untuk sarana refreshing dan belajar mengenal macam-macam jenis binatang untuk sikecil.

Hal yang menarik dari Taman Satwa Taru Jurug Surakarta adalah setiap tahunnya dilaksanakan grebeg syawal, acara ini diadakan setelah hari raya idul fitri. Pengunjung yang datang akan disuguh dengan berbagai macam penampilan. Untuk biaya masuk ke dalam kawasan ini sebesar 15 ribu untuk weekday dan untuk weekend sebesar 20 ribu. Dan untuk parkir kendaraan mobil sebesar 5 ribu, untuk motor 3 ribu.

Nah selian itu, bagi kamu yang ingin ke Taman Satwa Taru Jurug Surakarta ini juga dapat berkunjung pada malam hari. Pada malam hari pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan taman lampion di sekitar Taman Satwa ini.

Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi merupakan sebuah objek wisata yang berada di Solo, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan komplek batik yang didirikan pada tahun 2008. Museum ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Nomor 261, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta. Batik merupakan identitas dari kebudayaan Indonesia, tidak ada salahnya jika kamu sedang berkunjung ke Solo sekalian mampir ke Museum Batik Danar Hadi ini.

Di dalam Museum ini terdapat berbagai jenis batik yang berjumlah 9 jenis. Dimana 9 jenis batik itu di antaranya adalah Batik Danar Hadi, Batik Belanda, Batik Indonesia, Batik Cina, Batik Saudagar, Batik Petani, Batik Djawa Hokokai, Batik Kraton, Batik Pengaruh India, dan Batik Pengaruh Kraton. Ketika kamu berkunjung ke Museum ini, kamu juga dapat langsung melihat proses pembuatan batik secara langsung yang bertempat di bagian belakang, yang mana tempat itu merupakan pabrik batik dari PT Batik Danar Hadi.

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka terletak tidak jauh dari Museum Batik Danar Hadi, tepatnya Museum ini berada di Jl. Slamet Riyadi No.275, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta dan berdekatan dengan kantor dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Museum ini didirikan pada 18 Oktober 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV.

Museum Radya Pustaka merupakan bagian dari sejarah karena menjadi museum tertua di Indonesia. Di dalam Museum Radya Pustaka terdapat berbagai ruangan, yang pertama yaitu halaman museum. Dalam halaman museum ini terdapat patung Rangga Warsita. Kemudian ada ruang tosan aji atau ruang logam berharga. Nah di dalam museum ini terdapat juga ruangan khusus penyimpanan berbagai keramaik, dan miniatur-miniatur Rumah Jogjlo.

Berbagai jenis wayang pun ada. Selanjutnya terdapat patung Johannes Albertus Wilkens dan ruang perpustakaan. Di ruangan lain pun dimuseumkan benda-benda yang terbuat dari perunggu dan alat tenun tradisional. Untuk kamu yang ingin mengunjungi Museum Radya Pustaka ini hanya perlu menyiapkan uang sebesar 5 ribu rupiah untuk tiket masuknya.

Pasar Malam Ngarsopuro Solo

Pasar Malam Ngarsopuro

Pasar Malam Ngarsopuro merupakan pasar malem yang diadakan setiap akhir pekan atau hari sabtu. Pasar malam ini diramaikan oleh live musik, berbagai  pedagang kerjinan tangan, dan makanan. Acara pasar malam ini tepatnya digelar di Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Untuk tiket masuk di kawasan pasar malam ini pun gratis, hanya perlu membayar kendaraan parkir saja. Pasar malam mulai dibuka dari jam 18.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Ada keunikan tersendiri dari Pasar Malam Ngarsopurono, yaitu barang-barang yang dijajakan di pasar malam harus terdapat karakter dari kota Solo tersendiri. Pasar ini juga cocok untuk anda yang ingin mencarai barang-barang antik, karena di pasar malem ini banyak didagangkan barang-barang antik. Selain itu para pengunjung dapat mencicipi makanan khas dari Solo.

Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1945, dimana benteng ini merupakan tempat peninggalan Belanda. Benteng ini dibangun atas dasar perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Benteng Vastenburg berlokasi di Kedung Lumbu, Pasarkliwon, Kota Surakarta. Benteng seluas 400 ribu m2 dulunya dibangun dengan tujuan untuk mengawasi kegiatan di keraton kasunan surakarta.

Bangunan ini berbebtuk bujur sangkar dan dengan tinggi dinding 6 meter, di setiap sudutnya terdapat penonjolan. Untuk ada yang datang ke kota Surakarta tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Benteng Vastenburg, jarak dari Benteng Vastenburg ke Keraton Surakarta hanya memakan waktu 15 menit. Benteng Vastenburg ini merupakan wisata edukatif, sangat cocok untuk anak sekolah, mahasiswa maupun wisatawan umum yang dimana mereka dapat mempelajari sejarah kolonial pada zaman dulu.

Sejarah merupakan perjalanan kehidupan, itulah 8 wisata di Solo. Bagi anda yang berkunjung ke kota Solo janganlah sungkan untuk mengunjungi tempat-tempat di atas. Selain kamu berwisata, kamu juga dapat mempelajari kebudayaan maupun sejarah yang ada di Kota Solo. Selamat Liburan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *